Jumat, 10 Juni 2016

harga

Harga bahan makanan di pasar pada saat bulan Puasa ini makin tak terkendali. pemerintah tak dapat berbuat banyak. Pemerintah baru sadar bahwa saat ini harga telah dikendalikan para Kartel- kartel dan para importir yang tidak bertanggung jawab. Sebuah ancaman yang nyata untuk bangsa Indonesia ini. Rakyat selama ini hanya merasakan rasa aman di bidang pangan dan harga murah, hanyalah dari rasa belas kasihan para Tuan Tuan Kartel. Mungkin di negara Columbia ada kartel drugs di Indonesia ada kartel bahan pangan. Kalau di Columbia korbannya pemakai drugs, di Indonesia korbannya 'seluruh rakyat Indonesia' , alias aila ke 5 Pancasila. !??? Sila 5 pancasila sudah di kudeta oleh mereka!! Sungguh sangat tragis, pemusnahan masal cita-cita bangsa Indonesia. Dan akhirnya Presiden Jokowi memerintahkan  pembukaan kran impor untuk menekan harga pasar. Para peternak yang merasa harga daging saat ini akan diturunkan menjadi 80 ribu, merasa khawatir dengan keberlangsungan usaha peternakan mereka. Lalu para peternak dan para pedagang rame- rame bikin pernyataan sikap menolak impor daging. Di sisi lain, masyarakat juga berteriak 'boro- boro beli daging atau ternak sapi, beli beras saja susah !!!. Perang Proxy telah terjadi di masyarakat dalam level paling bawah dan dalam bidang yang paling dasar(makan). Pemahaman masyarakat berpotensi akan bergeser menjadi aksi (konflik). Horee...pasti yang menang para Kartel lagi. Ancaman bangsa yang menggerus nilai kemanusiaan dan keadilan di saat bulan suci Rhamadan ini. Semoga yang di Senayan tidak bodoh !!.